Ini adalah kejadian nyata mengenai konsumsi listrik lampu jalan di desa berpenduduk 5000 jiwa. Desa tempat tinggal bibi penulis sudah memasang lampu jalan sejak 10 tahun yang lalu. Pada malam hari, lampu di desa terang benderang, dan mereka berjalan bebas seperti siang hari, mengobrol dan berkunjung, yang sangat santai. Penduduk desa di desa tetangga yang tidak memiliki lampu jalan merasa iri.
Lampu jalan ini membutuhkan listrik yang termasuk dalam tagihan listrik untuk keperluan umum. Ini adalah tagihan listrik rata-rata yang dikenakan oleh setiap rumah tangga di seluruh desa. Selama 10 tahun terakhir, tagihan listrik bulanan stabil dan tidak banyak berfluktuasi, dan masyarakat desa juga bersedia membayar tagihan listrik. Lagi pula, nyaman bagi semua orang di desa, dan tagihan listrik yang dibayarkan tidak banyak, sehingga semua orang sangat sadar dalam membayar tagihan listrik.
Namun karena perubahan situasi yang tiba-tiba, tagihan listrik tiba-tiba meningkat secara signifikan dalam enam bulan terakhir. Beberapa penduduk desa mengetahui bahwa beberapa penduduk desa menggunakan listrik umum untuk menyalakan AC mereka tanpa izin, dan hal ini sangat egois. Namun, tidak ada seorang pun yang bersedia mengambil alih penanganan hal tersebut, sehingga mengakibatkan lampu jalan tidak bisa menyala dan digunakan secara normal setiap hari. Hanya pada hari libur khusus mereka menggalang dana untuk menyalakan lampu jalan selama beberapa hari dan kemudian mematikannya. Akibat penggunaan listrik umum yang tidak sah oleh sebagian penduduk desa, terdapat kesenjangan di antara mereka, dan mereka tidak lagi bersedia membayar tagihan listrik.
Sebaliknya, desa tetangga menyalakan lampu jalan pada malam hari, sehingga penduduk desa tidak perlu menaikkan tagihan listrik, dan tidak akan ada insiden pencurian listrik. Menurut bibi saya, desa tetangga menggunakan lampu jalan tenaga surya yang tidak perlu tersambung ke listrik. Dengan sinar matahari yang bersinar, lampu jalan menyala di malam hari, dan pemandangan kebahagiaan serta keharmonisan penduduk desa sangat patut ditiru. Ini benar-benar siklus angin dan air, dengan siklus 10 tahun.
Pejabat desa di desa Bibi merangkum buruknya penggunaan lampu jalan saat ini dan mengambil inspirasi dari manfaat penggunaan lampu jalan tenaga surya di desa tetangga. Mereka memutuskan untuk mengganti semua lampu jalan di seluruh desa dengan lampu jalan tenaga surya dan memberikan lingkungan hidup yang damai dan bahagia di desa tersebut.
Memang zaman semakin maju dan teknologi pun semakin berkembang. Karena rasa penasaran, penulis pun memahami prinsip kerja dan kepraktisan lampu jalan tenaga surya , yang memang cukup bagus. Saat ini, lampu jalan tenaga surya memang lebih ramah lingkungan, nyaman, aman, dan mudah dikelola.









